Sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter berbasis pengalaman, SD Integral Hidayatullah Jambi kembali menyelenggarakan Perkemahan Sabtu Ahad Ceria (Persada) pada 25-26 Januari 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Karakter Mulia Melalui Kebersamaan dan Kemandirian” ini menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi para santri kelas 4, 5, dan 6.
Dalam suasana kebersamaan, para peserta diajak untuk memperkuat mentalitas mandiri, menanamkan nilai-nilai luhur kepramukaan, dan meningkatkan pengabdian kepada agama serta bangsa.
Menurut Ustadzah Gina Fernandez, S.Pd, Kepala SD Integral Hidayatullah sekaligus penanggung jawab kegiatan, Persada bukan hanya sekadar acara tahunan, melainkan sebuah proses pendidikan yang bertujuan membangun karakter santri yang kokoh secara spiritual, intelektual, dan emosional.
“Persada adalah wadah untuk membentuk mentalitas mandiri, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Pramuka kepada peserta didik agar mereka siap menjadi generasi Islam yang mengabdi untuk agama dan bangsa,” tegas Gina.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang dengan cermat untuk memberikan pengalaman berharga kepada para santri. Dalam suasana alam terbuka, mereka diajak berkemah, menjalankan sholat lima waktu secara berjamaah, muroja'ah Al-Qur'an, berlatih kedisiplinan, dan menikmati petualangan di alam. Kombinasi kegiatan ini tidak hanya membangun kemandirian, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara sesama peserta.
Kemandirian yang Tumbuh dari Aktivitas Sederhana
Berada jauh dari rumah dan orang tua menjadi tantangan tersendiri bagi para santri. Namun, justru dalam tantangan inilah kemandirian mereka diuji dan diasah. Selama dua hari penuh, para peserta belajar untuk bertanggung jawab atas diri mereka sendiri—mulai dari menyiapkan perlengkapan pribadi, mengatur waktu, hingga bekerja sama dalam tim.
Sebagaimana disampaikan oleh Dhiyaul Mutmainnah, S.Pd, Ketua Panitia, seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang memupuk rasa percaya diri. “Kami ingin mereka belajar mengambil keputusan, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memahami arti kebersamaan,” ungkapnya.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para peserta mengikuti latihan kedisiplinan. Dalam sesi ini, mereka diajarkan pentingnya mengikuti aturan, menghormati waktu, dan menjaga tanggung jawab. Meski sederhana, latihan ini memberikan pelajaran mendalam tentang bagaimana membangun karakter yang kuat dan tangguh.
Kebersamaan yang Menguatkan Nilai-Nilai Luhur
Tidak hanya kemandirian, kebersamaan juga menjadi nilai utama yang ditanamkan dalam Persada. Kegiatan seperti muroja'ah bersama di malam hari atau sholat berjamaah di bawah langit terbuka menciptakan suasana yang penuh hikmah. Para peserta diajak untuk merenungi makna kebersamaan sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat solidaritas dengan sesama.
“Melalui kebersamaan, kami ingin para santri memahami bahwa hidup adalah tentang berbagi dan saling mendukung. Ini adalah bekal penting bagi mereka untuk menjadi generasi yang peduli terhadap masyarakat dan bangsa,” ujar Gina Fernandez.
Petualangan alam juga menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan antarindividu. Dalam sesi ini, para peserta bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang membutuhkan komunikasi dan kolaborasi. Tidak jarang, momen-momen ini diwarnai tawa dan semangat yang mempererat persaudaraan di antara mereka.
Membentuk Generasi Islami untuk Masa Depan Bangsa
Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam, SD Integral Hidayatullah Jambi percaya bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun generasi penerus bangsa. Persada menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen ini. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya diajak untuk belajar, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan di dalam kelas. Ia harus dialami, dirasakan, dan dipraktekkan langsung oleh para santri,” jelas Gina Fernandez. “Dengan mengikuti Persada, mereka belajar bahwa menjadi generasi Islami berarti memiliki mentalitas yang kokoh, jiwa yang mandiri, dan komitmen untuk mengabdi kepada agama dan bangsa.”
Dhiyaul Mutmainnah menambahkan bahwa Persada bukan hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memberikan makna mendalam bagi para peserta.
“Kami berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri dapat membawa nilai-nilai yang mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan membangun bangsa ini dengan karakter mulia.”
Kegiembukan kar sedn berra santri diajak untuk menjalani proses pembelajaran yang mendalam. Dalam dua hari penuh, mereka tidak hanya belajar tentang kemandirian dan kebersamaan, tetapi juga mengasah potensi mereka sebagai generasi muda yang siap mengabdi untuk agama dan bangsa. Persada, dengan segala kesederhanaannya, telah menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan di SD Integral Hidayatullah Jambi.
Cari Blog Ini